Silsilah Kyai Imam Moestari bin Kasiman November 17, 2009
Posted by krmkasiman in generasi 1, silsilah.Tags: Imam Moestari, silsilah
add a comment
Berikut ini adalah silsilah Kyai Imam Moestari. Kyai Imam Moestari adalah putra Kyai R.M. Kasiman saudara Kyai Chasan Sjoehadak. Salah satu keturunan Kyai Imam Moestari kelak juga menjadi salah satu penghulu Blitar.
Silahkan klik Silsilah Kyai Imam Moestari
Silsilah Kyai Chasan Sjoehadak bin Kasiman November 17, 2009
Posted by krmkasiman in generasi 1, silsilah.Tags: chasan sjoehadak, silsilah
add a comment
Berikut ini adalah silsilah Kyai Chasan Sjoehadak. Bentuk filenya adalah pdf, sehingga untuk bisa membaca harus menggunakan pdf reader. Kyai Chasan Sjoehadak adalah putra Kyai R.M. Kasiman, yang kelak juga menjadi salah satu penghulu Blitar. Beliau menjadi penghulu Blitar VI tahun 1861-1885. Beliau wafat pada tahun 1885 dan dimakamkan di pemakaman islam Tanjungsari Blitar, bersebelahan dengan makam kakak almarhum, Kyai Imam Moestari. Selanjutnya penghulu Blitar dijabat oleh putranya yaitu Kyai Imam Boerhan.
Silahkan klik Silsilah Kyai Chasan Sjoehadak
Silsilah pokok keluarga besar Kyai Raden Moh Kasiman September 2, 2009
Posted by krmkasiman in silsilah.Tags: silsilah
8 comments
Banyak pengunjung yang menanyakan silsilah keluarga besar KRM Kasiman. Sebetulnya gambar silsilah pokok tersebut sudah saya sertakan pada bulan oktober 2008. Link untuk mengakses file tersebut terdapat di dalam tulisan Sunan Tembayat Leluhur KRM Kasiman.
Namun untuk mempermudah pencarian dan akses file tersebut saya buatkan tulisan tersendiri, saat ini. Silahkan klik link berikut untuk memperoleh file [ silsilah pokok keluarga besar KRM Kasiman ] atau klik gambar di samping. Bentuk filenya PDF sehingga mudah untuk dibuka.
Mas Tranggono Oktober 16, 2008
Posted by krmkasiman in generasi 5, silsilah.Tags: Abdoerrachman, Blitar, Moesrikah, silsilah
8 comments
Mas Tranggono adalah putra pertama pasangan Mas Moeksam Kartodiredjo dan Moesrikah. Beliau lahir di Blitar bulan Januari 1937. Beliau adalah cucu dari mBah Moetmainah, putri dari mBah Dur atau Abdoerrachman. Moetmainah adalah ibu dari Moesrikah, nenek Mas Tranggono.
Masa kecil beliau dilalui di kota Blitar, selanjutnya bersekolah di SMA I Kediri dan melanjutkan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Beliau pernah bertugas sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Namun selanjutnya berkarier sebagai pegawai negeri di Dinas Peternakan. Beliau pernah bertugas sebagai kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan Madura sejak tahun 1975 dan Kepala Balai Karantina di wilayah Madura Barat, kemudian menjadi Kepala Dinas Peternakan di Kabupaten Banyuwangi mulai tahun 1985 dan menjadi Kepala Sub Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur di Surabaya sebelum mengakhiri pengabdiannya, dan kemudian kembali ke kampung halaman yaitu Blitar. Saat ini beliau tinggal di jl. Musi 3 Blitar.
Aktifitas beliau saat ini adalah menjadi anggota Dewan Legislatif Kota Blitar komisi D. Beliau juga sebagai Ketua Yayasan Kyai R Moh Kasiman Blitar. Selain itu beliau masih aktif mengelola organisasi para lanjut usia yaitu Gerontologi dan juga sebagai ketua PWRI Kota Blitar.
Mas Tranggono menikah dengan Ninoes Soedarwati pada bulan April 1964 di Wlingi Blitar dan dikaruniai putra dan putri. Putri pertama meninggal saat berusia 4 tahun. Selanjutnya dikarunia putra Nuswanto Indratmodjo pada bulan Desember 1966 dan Nusdianto Triakoso pada bulan Mei 1968. Putra selanjutnya juga meninggal karena abortus. Selanjutnya lahir Nuswandito Ananto pada bulan Nopember 1970, Nusta Arina Indrawati pada bulan Agustus 1972 dan Nustan Ario Dewanto pada bulan Desember 1974.
Semua putra-putri Mas Tranggono telah menikah dan dari putra-putri beliau, saat ini telah dikarunai 9 orang cucu.
Nuswanto Indratmodjo bin Mas Tranggono Oktober 15, 2008
Posted by krmkasiman in generasi 6, silsilah.Tags: Abdoerrachman, Mas Tranggono, Semarang, silsilah, Surabaya
6 comments
Nuswanto Indratmodjo adalah putra pertama Mas Tranggono dari keluarga Abdoerrachman atau mBah Dur. Nuswanto atau biasanya dipanggil Iwan lahir di Kediri tahun 1966. Karena kepercayaan keluarga, setelah meninggalnya kakak tertua, maka Nuswanto atau yang biasanya dipanggil Iwan menjalani masa kecil di Blitar dan berpisah dari orang tuanya. Semasa kecil Iwan tinggal bersama eyangnya, mBah Sri atau Moesringatun, kakak dari Moesrikah (Eyang Blitar). Masa Kecil di Dawuhan Kota Blitar ini dijalani hingga lulus SD. Baru kemudian Iwan bersama kembali dengan keluarganya, di mana saat itu Mas Tranggono bertugas di Bangkalan. Iwan tinggal di Bangkalan hingga menyelesaikan SMA di SMAN I Bangkalan. Pada tahun terakhir kelulusannya, Iwan harus menyelesaikan kelas 3 bersama adiknya Antok (Nusdianto Triakoso) yang menyelesaikan kelas 1 di SMAN I Bangkalan juga, sementara keluarga Mas Tranggono karena pindah tugas ke Banyuwangi.
Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikan sesuai minat yang ingin ditekuninya yaitu pertanian. Beliau adalah lulusan Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Saat ini beliau bekerja sebagai wiraswasta. Sebelumnya beliau bertugas di BAPIPPUNDIP Semarang yang juga masih berkaitan dengan aktifitas industri pertanian yaitu tebu atau gula.
Di UWKS itu juga akhirnya Mas Iwan berjodoh dan menikah dengan Wudiarni (binti Rufii) yang juga alumni UWKS dari Fakultas yang sama, pada bulan Nopember 1995 di Surabaya. Pasangan yang berbahagia ini saat telah dikaruniai dua orang putri yaitu Kinanti Putri Sejati atau biasa dipanggil Kikin lahir di Surabaya bulan Desember 1996 dan Alya Tiara Fatiha yang sering dipanggil Alya lahir di Surabaya bulan Desember 2002. Saat ini keluarga Ir. Nuswanto Indratmodjo tinggal di jl. Sapta Prasetya II no 27 Perum Korpri Pedurungan Kidul Semarang.
Nusdianto Triakoso bin Mas Tranggono Oktober 13, 2008
Posted by krmkasiman in generasi 6, silsilah.Tags: Abdoerrachman, Driyorejo, Mas Tranggono, Nusdianto Triakoso, silsilah
12 comments
Nusdianto Triakoso adalah putra kedua Mas Tranggono lahir di Kediri pada bulan Mei 1968. Masa kecil Nusdianto dijalani di beberapa tempat. Saat kecil pernah tinggal di Surabaya tepatnya di jl. Kutei kemudian sekolah TK dan kelas satu di SD Banjaran III Kediri. Namun kelas satu belum selesai, ikut pindah bersama orang tua ke Bangkalan Madura. Nusdianto berada di Bangkalan cukup lama hingga kelas satu SMA, tepatnya di SMAN I Bangkalan. Kemudian menyusul orang tuanya yang lebih dahulu pindah ke Banyuwangi, dan menyelesaikan sekolah di SMAN I Banyuwangi.
Nusdianto Triakoso berprofesi sebagai dokter hewan dan saat ini adalah dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Nusdianto yang didalam keluarga dipanggil Antok, telah menikah dengan Nenik Tri Astutik (binti Hendrik Soponyono) yang juga seorang dokter hewan, pada bulan Nopember 1997. Keluarga Nusdianto saat ini tinggal Perumnas Kota Baru Driyorejo Gresik.
Saat ini pasangan yang berbahagia ini telah dikaruniai tiga orang putra putri. Maulana Muhammad Diansyahbani (bin Nusdianto Triakoso) lahir di Surabaya bulan Desember 1998. Panggilan Maulana adalah Titan. Kemudian disusul Fauziah Zanishar Diannisa (binti Nusdianto Triakoso) lahir di Surabaya bulan September 2004, dan biasa dipanggil Sharla serta Fairuz Azmiazza Diannisa (binti Nusdianto Triakoso), yang juga dipanggil Sazza atau Caca, lahir di Surabaya bulan Desember 2006.
Nuswandito Ananto bin Mas Tranggono Oktober 10, 2008
Posted by krmkasiman in generasi 6, silsilah.Tags: Abdoerrachman, Blitar, Mas Tranggono, silsilah
7 comments
Nuswandito Ananto adalah putra ketiga dari Mas Tranggono, lahir di Kediri bulan Nopember 1970. Nuswandito ini juga merupakan keturunan Ky. R. Moh. Kasiman dari keluarga Abdoerrachman atau yang sering dipanggil sebagai mBah Dur. Saat ini Nuswandito yang biasa dipanggil Nanang tinggal di jl. Musi 3 Blitar. Nuswandito yang juga alumni UPN Surabaya dari Fakultas Pertanian saat ini bekerja sebagai wiraswasta. Beliau yang mantan ketua RT dawuhan, saat ini masih menjabat sebagai ketua RW.
Nuswandito telah menikah dengan Rindang Kusumastuti yang juga alumni UPN Surabaya, pada tahun 1999 dan telah dikaruniai dua orang putri. Lila Istifarah Kusumaningrum atau dipanggil Aning lahir di Blitar tahun 2001 disusul Aprinina Arining Kusumadewi yang juga dipanggil sebagai Arin lahir di Blitar tahun 2003.





