KRM Kasiman
Raden Moh. Kasiman adalah putra pertama dari Kyai Raden Ta’lim, penghulu di Srengat. Raden Moh. Kasiman mempunyai adik bernama Moh. Jahja yang pada akhirnya bertempat tinggal di Tegalsari Ponorogo. Berdasarkan silsilah pokok keluarga besar Kyai Raden Moh. Kasiman juga masih keturunan dari Panembahan Ageng Sunan Tembayat atau yang dikenal juga dengan gelar Kyai Pandanaran. Kyai Raden Moh. Kasiman adalah generasi ketujuh dari garis keturunan Panembahan Ageng Sunan Tembayat.
Kyai Raden Moh. Kasiman menggantikan ayahnya sebagai penghulu Srengat yang kemudian juga menjadi penghulu pertama di Blitar.
Kyai Raden Moh. Kasiman menikah dan mempunyai tiga orang isteri. Tidak ada catatan yang menyatakan bahwa Kyai Raden Moh. Kasiman mempunyai putra dari isteri pertama dan kedua. Namun ada sedikit informasi yang diperoleh dari riwayat Penghulu di Blitar, bahwa dari isteri pertama beliau dikaruniai putra, salah seorang putra Kyai Raden Moh. Kasiman dari isteri pertama adalah Kyai Raden Imam Besari yang menjadi penghulu Blitar (1820-1828) mengganti ayahnya Kyai Raden Moh. Kasiman. Sedangkan dari isteri ketiga, beliau dikaruniai dua orang putra. Putra pertama bernama Imam Moestari dan putra kedua bernama Chasan Sjoehada. Kyai Chasan Sjoehada juga menjadi Penghulu di Blitar (1861-1885). Putra-putra Kyai Raden Moh. Kasiman akhirnya juga meneruskan kiprah ayahnya sebagai penghulu (lihat Riwayat Para Penghulu Blitar).
Kyai Raden Moh. Kasiman wafat pada tahun 1820 dan dimakamkan di desa Bagelenan, Gunung Pegat Srengat Blitar.