jump to navigation

Riwayat Para Penghulu Blitar September 24, 2009

Posted by krmkasiman in yayasan.
Tags: , ,
trackback

Dari catatan yang berasal dari beberapa sumber sejarah, maka dapatlah dihimpun daftar riwayat pada penghulu-penghulu atau pemimpin agama Islam yang pernah memimpin di Blitar pada waktu itu. Ternyata para penghulu ini seluruhnya adalah merupakan keturunan dari Kyai Raden Moh Kasiman.

Menurut catatan yang terhimpun, sejarah Kabupaten Blitar saat ini sebelumnya adalah merupakan peleburan dari beberapa daerah kadipaten di sekitarnya antara lain Kadipaten Srengat, Kadipaten Lodaya dan Kadipaten Blitar. Wilayah Kadipaten  pada waktu itu dipimpin oleh seorang Adipati yang umumnya memperoleh sebutan atau bergelar Kanjeng Adipati.

Pada waktu itu penghulu di Kadipaten Srengat adalah Kyai Raden Moh. Kasiman yang merupakan pengganti dari ayahnya yaitu Kyai Raden Taklim. Sampai saat peleburan wilayah menjadi Kabupaten Blitar penghulunya adalah Kyai Raden Moh. Kasiman, yaitu yang semula menjabat sebagai penghulu Kadipaten Srengat menjadi pejabat baru sebagai penghulu Kabupaten Blitar.

Pada tahun 1820 penghulu Kyai Raden Moh. Kasiman wafat dan dimakamkan di desa Babadan Gunung Pegat Srengat. Letak makam ini sampai sekarang sudah tidak ada bekasnya sehingga sulit untuk dicari.

Selanjutnya penghulu Blitar dijabat oleh Kyai Raden Imam Besari (1820-1828). Beliau adalah putra Kyai Raden Moh. Kasiman dari isteri pertama dan tempat tinggalnya di desa Pakunden Blitar. Mulai saat itu Pengulon sebagai tempat kegiatan tugas Penghulu di pindahkan dari Srengat ke Pakunden Blitar. Sebagai penghulu kedua, beliau mendirikan masjid di tepi sungai lahar di desa Pakunden. Bentuk masjid saat itu masih sangat sederhana, terdiri dari bangunan papan dan bambu serta atap gebyog. Beliau wafat pada tahun 1828 dan dimakamkan di desa Sumbersoka Blitar.

Selanjutnya penghulu Blitar dijabat oleh Kyai Raden Imam Syafii (1828-1848). Beliau adalah adik dari Kyai Raden Imam Besari. Selama kepenghuluan Kyai Raden Imam Syafii, masjid Blitar yang semula dibangun oleh Kyai Raden Imam Besari telah mengalami perbaikan karena dilanda lahar dari Gunung Kelud (1835). Kyai Raden Imam Syafii wafat pada tahun 1848 dan dimakamkan di desa Sumbersoka Blitar.
Selanjutnya penghulu Blitar dijabat oleh Kyai Raden Kamaluddin (1848-1860). Beliau adalah menantu dari Kyai Raden Imam Besari. Pada awal jabatannya pada tahun 1848 masjid Blitar dilanda lahar Gunung Kelud lagi hingga mengalami kerusakan cukup parah. Atas pesetujuan Adipati Blitar pada waktu itu RM Ario Ronggoadinegoro maka masjid Blitar yang baru, didirikan di sebelah barat alun-alun Blitar termasuk rumah penghulunya. Kyai Raden Kamaluddin wafat pada tahun 1860 dan dimakamkan di kompleks masjid yaitu terletak di pojok masjid utara sokoguru timur laut. Pada saat bangunan masjid diperlebar dengan tambahan bangunan serambi kanan dan kiri maka makam Kyai Raden Kamaluddin dipindahkan ke bagian belakang halaman masjid.

Selanjutnya penghulu Blitar dijabat oleh R. Soerjo (1860-1861) putra dari Kyai Raden Imam Syafii. Karena sesuatu hal beliau hanya menjabat penghulu Blitar selama satu tahun saja. Jabatan penghulu Blitar berikutya adalah Kyai Chasan Sjuhada (1861-1885). Kyai Chasan Sjuhada adalah putra kedua dari Kyai Raden Moh. Kasiman dari isteri yang ketiga. Kyai Chasan Sjuhada wafat pada tahun 1885 dimakamkan dimakam Islam Tanjung sari, bersebelahan dengan makam Kyai Imam Moestari kakak almarhum.

Selanjutnya penghulu Blitar dijabat oleh Kyai Imam Boerhan putra ketiga dari Kyai Chasan Sjuhada. Pada tahun 1890 masjid Blitar telah dirombak dari bangunan papan dan gebyog diganti dengan bangunan tembok. Prakarsa ini seluruhnya mendapatkan persetujuan dan dukungan dari Kanjeng Bupatei R Adipati Warsokoesoemo. Selama kepenghuluan Kyai Imam Boerhan masjid Blitar ini telah mengalami perbaikan sebanyak dua kali karena dilanda lahar Gunung Kelud (1901 dan 1919). Pada tahun 1927 dibangun gapura masjid dan pada tahun berikutnya 1928 dibangun menara masjid yang terletak di sebelah kanan depan masjid. Pada tahun 1933 ditambah pembangunan serambi kanan kiri mesjid. Kyai Imam Boerhan wafat tahun 1933 dimakamkan di belakang masjid.

Selanjutnya penghulu Blitar dijabat oleh Kyai M Irchamni (1933-1949). Kyai M Irchamni adalah putra Kyai Imam Boerhan. Pada saat itu penghulu Blitar disebut pula penghulu Landraad Blitar. Kondisi Kabupaten Blitar telah mengalami perubahan drastis disebabkan pengaruh adanya perang dunia kedua, dimana bala tentara Jepang menguasai Blitar selama 3,5 tahun diteruskan dengan perang kemerdekaan, sehingga tugas dan fungsi penghulu Blitar mengalami kemunduruan tugasnya. Kyai M Irchamni wafat pada tahun 1949 dimakamkan di belakang masjid.

Selanjutnya penghulu dijabat oleh R. Damanhuri (1949-1957). R. Damanhuri adalah putra Kyai Imam Ghozali, Naib Kanigoro. Kyai Imam Ghozali adalah putra ketujuh Mangoenhardjo. Mangoenhardjo adalah merupakan putra Kyai Imam Moestari dimana Kyai Imam Moestari adalah putra Kyai Raden Moh. Kasiman. Pada penertiban urusan pemerintah Kabupaten Blitar pada waktu itu maka status kepenghuluan Blitar diganti menjadi Kantor Urusan Agama Kabupaten Blitar, sehingga dengan demikian R. Damanhuri adalah penghulu Blitar yang terakhir. R Damanhuri wafat pada tahun 1957 dimakamkan di Kanigoro.

Kepala Urusa Agama selanjutnya dijabat oleh Slamet Daroini dari Ponorogo. Demikian sejarah singkat kepenghuluan Blitar yang ternyata seluruh pejabat penghulunya adalah keturunan Kyai Raden Moh. Kasiman.

(Dihimpun dari sejarah Alm. Eyang In’am Ajun penghulu Blitar pertama dan sejarah pembangunan masjid Besar Blitar yang dipelopori oleh Sdr. H. Moh. Bachri Pakunden)

Komentar»

1. pandan - Mei 5, 2010

assalamu’alaikum wr wb met siang
aq mau kasih usul gimana klo yayasan bikin facebook atau twitter sehingga bisa mudah diakses oleh para netter khususnya kaum muda dari keluarga besar yayasan ky raden moh.kasiman dan makin mempererat tali persaudaraan antar keluarga dan juga bisa ng
lumpukke balung pisah……trima kasih atas perhatiaannya
wassalamu’alaikum wr wb

krmkasiman - Mei 10, 2010

Usul yang bagus. Segera ditindaklanjuti….

2. triakoso - September 24, 2010

Bagi keluarga KRM Kasiman bisa add Kyai Raden Moh Kasiman di facebook.
Mudah-mudahan kontak, komunikasi sesama keluarga bisa terjalin lebih erat…

3. AGUS HAIRI MUSTAOFA RIDWAN - Januari 29, 2012

untuk maakam R kasiman ada di PATOK-SRENGAT,tempat berada di ketinggian berada di sebelah timur dari makam RMA ARIA TEDJO atau lebih di kenal NDORO TEJO (leluhur bp Bupati HERY NUGROHO BLITAR),makam R Kasiman bernisan pualam putih yang kalu di cermati seperti kela singa, makam berada di komplek para adipati Srengat


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.