Moesrikah Oktober 29, 2008
Posted by krmkasiman in generasi 4, silsilah.Tags: Abdoerrachman, Blitar
trackback
Moesrikah adalah putri bungsu dari pasangan Moetmainah dan Imam Redjo. Moetmainah adalah putri pasangan Abdoerrachman dan Moersidah, dimana Abdoerrachman adalah cucu KRM Kasiman. Moesrikah lahir di Blitar, 21 April 1919.
Moesrikah yang oleh keluarga kami dipanggil sebagai Eyang Blitar (karena tinggalnya di Blitar), kadang oleh orang lain juga dipanggil sebagai Eyang Dono. Mungkin ini karena dahulu Mas Moeksam (Eyang Kakung) pernah menjadi Wedono di Wlingi dan oleh sebab itu sebutan itu muncul.
Sejak tahun 1950-an keluarga Moesrikah dan Mas Moeksam tinggal di desa Dawuhan Blitar. Sebelum itu Moesrikah mengikuti tugas suami di berbagai daerah. Moesrikah pernah tinggal di Wlingi mengikuti tugas suami sebagai wedono, pernah tinggal di Loceret Nganjuk.
Moesrikah binti Imam Redjo menikah dengan Mas Moeksam Kartodiredjo pada tanggal 5 April 1936. Pasangan ini dikaruniai tiga orang putra putri yaitu Mas Tranggono, Hindiono dan Noor Alamsjah. Mas Tranggono lahir di Blitar pada bulan Januari 1937, disusul Hindiono pada bulan Mei 1939 dan Noor Alamsjah tahun 1942.
Mas Moeksam Kertodiredjo bin Marman yang lahir di Trenggalek 14 April 1912 telah wafat pada 18 Pebruari 1993 pada usia tahun 81 tahun dan dimakamkan di pemakaman umum Bendo Gerit Blitar di belakang makam Bung Karno. Sedangkan Moesrikah meninggal di Mekah saat menjalankan ibadah haji pada tahun 1996 dan dimakamkan di tanah suci Mekah. Beliau wafat pada tanggal 16 April 1997 pada usia 78 tahun.
- moesrikah



bagus
[...] Moesrikah [...]